
gusholis-net™- Dalam dunia pendidikan, PTK atau Classroom Action Research yang dapat dilakukan oleh guru dan tenaga kependidikan lainnya, semakin dirasakan manfaatnya baik untuk perbaikan maupun peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Pertanyaan yang kemudian muncul, pernahkah bapak/ibu guru memikirkan untuk mencoba PTK? Atau yang lebih ringan pernahkah bapak/ibu guru membaca laporan hasil PTK? Atau membantu teman guru melaksanakan PTK? Tentu kita tidak mengharap terjadi jawaban dari bapak/ibu yaitu belum sama sekali atau tahu saja baru sekarang. PTK memang masih dirasa asing oleh sebagian besar guru kita, terutama guru SD. Oleh karena, itu agar guru dapat melakukan PTK dengan benar maka perlu mengenal dan memiliki pengetahuan yang cukup dan gambaran yang jelas tentang penelitian ini.
Pada tulisan ini akan dipaparkan panduan
praktis membuat PTK. Pembahasan dalam tulisan ini adalah uraian tentang pengertian
PTK, bagian-bagian PTK, dan aturan pengetikan PTK.
A. Pengertian PTK
Menurut
Suharsimi A. (2004) ada tiga kata yang membentuk pengertian PTK, yaitu
penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu
obyek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau
informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal, serta menarik
minat dan penting bagi peneliti. Tindakan adalah kegiatan yang sengaja
dilakukan dengan tujuan tertentu. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang
dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Dalam hal
ini kelas bukan wujud ruangan tetapi diartikan sebagai sekelompok siswa yang
sedang belajar.
B. Bagian-bagian PTK
I.
Bagian Awal
§ Sampul
§ Judul
Judul PTK hendaknya dinyatakan
dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan
peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat,
jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan
sosok penelitian formal. Judul ditulis dalam halaman judul yang dilengkapi dengan
identitas peneliti (nama dan NIP guru), lembaga/satuan pendidikan tempat guru
bekerja, dan bulan dan tahun penulisan PTK.
§ Abstrak
Berisi judul, nama peneliti, uraian singkat PTK. Ditulis
satu spasi dengan jumlah kata kurang lebih 250 kata. Disertai kata kunci. Abstrak terletak
pada bagian awal dari laporan. Meskipun abstrak hanya terdiri dari satu lembar,
namun fungsinya sangat penting, karena abstrak merupakan intisari dari laporan
penelitian secara utuh. Oleh sebab itu isi abstrak harus rinci dan dapat
menggambarkan secara komprehensif dari keseluruhan laporan yang ada. Isi
abstrak sebaiknya terdiri dari 3 hal yaitu: latar belakang, metode yang
digunakan, dan hasil yang diperoleh pada penelitian.
§ Kata Pengantar
§ Daftar Isi
§ Daftar Tabel
§ Daftar Gambar
§ Daftar Lampiran
§ BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Dalam latar belakang permasalahan
ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu
melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, baik
yang berasal dari pengamatan guru selama ini maupun dari kajian pustaka.
Dukungan berupa hasil penelitian – penelitian terdahulu, apabila ada juga akan
lebih mengokohkan argumentasi mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan
yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan itu. Karakteristik khas PTK yang
berbeda dari penelitian formal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.
b. Masalah Penelitian
Permasalahan yang diusulkan untuk
ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini.
Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah
yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan
yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di
luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh
identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti
dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu
nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan
perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara
konsisten tertampilkan.
c. Tujuan Penelitian
Tujuan PTK hendaknya dirumuskan
secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan
tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam
bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTK berbeda dari
tujuan formal. Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang
bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalaui
penerapan strategi PBM yang baru, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
mengajar dan sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi PBM baru
bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Selanjutnya ketercapaian tujuan hendaknya
dapat diverfikasi secara obyektif. Syukur apabila juga dapat dikuantifikasikan.
d. Manfaat Penelitian
Menjelaskan manfaat penelitian ini
untuk penambahan/pengembangan wawasan, manfaat aplikasi hasil penelitian bagi
keberhasilan pembelajaran siswa, bagi guru, sekolah dan mungkin pihak lain yang
relevan dengan pemanfaatan hasil penelitian ini. Dalam hubungan ini, perlu
dipaparkan secara spesifik keuntungan- keuntungan yang dijanjikan, khususnya
bagi siswa sebagai pewaris langsung (direct beneficiaries) hasil PTK, di
samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan-rekan guru lainnya.
§ BAB II KAJIAN PUSTAKA
Pada bagian ini diuraikan landasan substantive
dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam
menentukan alternative, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam
bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti pelakju PTK sendiri nyang
relevan maupun pelaku-pelaku PTK lain disamping terhadap teori-teori yang lazim
termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logic dan teoretik diperlukan
guna menyusun kerangka konseptual. Atas kerangka konseptual yang disusun itu,
hipotesis tindakan dirumuskan.
§ BAB III METODE PENELITIAN
a. Rancangan Penelitian
Pada
bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa
dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria
dan wanita, latar belakang kemampuan akademik, kesulitan-kesulitan/kendala-kendala
yang dihadapi siswa dalam pembelajaran, latarbelakang sosial dan ekonomi yang
mungkin relevan dengan permasalahan dan lain sebagainya. Aspek substantive
kompetensi dan permasalahan yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran pada kelas
yang diteliti, juga dikemukakan pada bagian ini.
b. Subyek Penelitian
Pada bagian ini dijelaskan jumlah dan deskripsi siswa
c. Instrumen Penelitian
Pada bagian ini ditentukan instrumen
atau bahan yang digunakan dalam penelitian yang dijadikan pendukung untuk
menjawab permasalahan yang dihadapi.
d. Teknik Pengumpulan Data
Pada
bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang
berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar,
yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau
kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data
dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya. Di samping itu
teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas
seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan jurnal harian, observasi
aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam
yang akan digunakan), penggambaran interaksi dalam kelas (analisis
sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan
sebagainya. Yang terpenting dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh
dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, para guru juga harus aktif sebagai
pengumpul data, bukan semata-mata sebagai sumber data.
e. Teknik Analisis Data
Pada bagian ini menjelaskan teknik,
tata cara/prosedur dalam menganalisis data, baik secara kualitatif maupun
kuantitatif. Bentuk/jenis data dan uji statistic yang digunakan juga
dijelaskan, misalnya rumus uji statistic dan lain-lainnya
§ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini dijelaskan hasil
penelitian yang telah dilaksanakan dalam beberapa siklus: Siklus I, Siklus II, Siklus III,
Siklus berikutnya (jika ada). Pembahasan antar siklus Uraian tiap siklus
meliputi: (a) Perencanaan tindakan (Skenario pembelajaran), (b) Pelaksanaan
tindakan (deskripsi proses pembelajaran), (c) Pelaksanaan observasi (sajian
hasil analisis data), dan (d) Refleksi (kajian terhadap indikator kinerja
terhadap hasil dan proses pembelajaran dan analisis kritis hasil tiap siklus.
§ BAB V PENUTUP
a. Kesimpulan
Merupakan gambaran terangkum dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan
b. Saran
Berisi hal-hal yang dapat direkomendasikan demi perbaikan
kekurangan-kerungan yang ditemukan selama penelitian.
III.
Bagian Akhir
§ DAFTAR PUSTAKA
Pada bagian ini dipaparkan sumber pustaka yang digunakan dalam PTK yang
dilaksanakan.
§ LAMPIRAN
Berisi data, tabel, atau gambar pendukung pelaksaan PTK
C. Aturan Pengetikan PTK
¨
Diketik pada kertas
A4;
¨
Spasi ganda;
¨
Huruf Times New Roman
ukuran 12;
¨
Batas tepi kertas: 4
cm dari tepi kiri dan masing-masing 3 cm dari tepi atas, kanan, dan bawah
kertas;
¨
Per halaman/tidak
bolak-balik;
¨
Nomor halaman
diletakkan pada sudut kanan atas kecuali pada halaman judul bab ditempatkan di
tengah bawah.







0 komentar:
Posting Komentar