Semakin berkembangnya dunia pendidikan
maka bersamaan pula dengan kenyataan bahwa setiap apa yang ada di dunia
pendidikan harus diikuti dengan berkembangnya kualitas dan kuantitas sekolah
yang ada. Faktanya,
banyak siswa yang telah lulus dari lembaga pendidikan menjadi pengangguran,
tidak siap untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan produktif,
sehingga menjadi beban keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta akhirnya
mendorong terjadinya instabilitas nasional, baik dalam bidang ideologi,
politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Kondisi tersebut,
permasalahan pokoknya adalah para siswa yang merupakan produk sistem pendidikan
yang diselenggarakan tidak berfokus pada kualitas.
Pada
tulisan ini akan dipaparkan bagaimana meningkatan kualitas sekolah agar dapat
mewujudkan lulusan sesuai harapan para lulusan, orang tua, pendidikan lanjut,
pemerintah dan dunia usaha serta masyarakat secara luas. Pembahasan dalam
tulisan ini adalah uraian tentang strategi menuju sekolah berkualitas dan
siklus peningkatan kualitas sekolah.
I.
Strategi Menuju Sekolah Berkualitas
Pendidikan
yang berfokus pada kualitas menurut konsep Juran adalah bahwa dasar misi kualitas
sebuah sekolah mengembangkan program dan layanan yang memenuhi kebutuhan
pengguna seperti siswa dan masyarakat. Masyarakat dimaksud adalah secara
luas sebagai pengguna lulusan, yaitu dunia usaha, lembaga pendidikan lanjut,
pemerintah dan masyarakat luas, termasuk menciptakan usaha sendiri oleh
lulusan.
Kualitas
dalam konsep Deming adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar. Dalam konsep
Deming, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat menghasilkan
keluaran, baik pelayanan dan lulusan yang sesuai kebutuhan atau harapan
pelanggan (pasar)nya. Sedangkan Fiegenbaum mengartikan kualitas adalah kepuasan
pelanggan sepenuhnya (full customer satisfaction). Dalam
pengertian ini, maka yang dikatakan sekolah berkualitas adalah sekolah yang
dapat meuaskan pelanggannya, baik pelanggan internal maupun eksternal.
Sekolah yang berkualitas dan ternama adalah dambaan semua
pihak baik dari pihak sekolah, orang tua murid maupun muridnya sendiri. Berikut
beberapa strategi menuju sekolah berkualitas, yaitu:
a.
Pelajaran
Budi Pekerti
Pelajaran budi pekerti tidak selalu
berupa pelajaran semata melainkan akan lebih baik jika langsung di aplikasikan
di kehidupan sehari-hari. Budi pekerti sangat mudah di ‘tularkan’ melalui
keteladanan. Keteladanan ini tentu saja harus diberikan oleh siapapun yang
berada di lingkungan sekolah terutama para guru dan pengurus sekolah.
Menggunakan sumber daya manusia yang memiliki budi pekerti yang baik adalah
strategi pertama dalam meningkatkan kualitas sekolah. Guru sebagai panutan
harus dapat memberikan teladan akan sikap dan prilaku yang baik kepada para
muridnya. Hal ini bukan berarti mendidik murid dengan cara kuno yang diktator
namun mendidik dengan cara moderat yang berprinsip. Dalam menerapkan hal ini
para guru juga harus memahami gaya bahasa dan pemikiran murid agar mereka sadar
akan batas-batas prilaku dan bisa bergurau dengan menggunakan bahasa yang sopan
namun tetap gaul.
b.
Kualitas Sumber Daya Manusia
Strategi kedua adalah strategi umum
yang digunakan oleh sekolah pada umumnya yaitu menggunakan sumber daya manusia
yang pandai dalam materi pengajarannya (guru berkualitas). Pintar dan cerdik
dalam penguasaan materi adalah hal yang penting dalam memilih sumber daya guru.
Namun jauh lebih penting menggunakan sumber daya guru yang mampu dan cakap
dalam menyampaikan materi pelajaran yang dapat dengan mudah di mengerti oleh
para muridnya. Apalah gunanya guru yang pintar namun tidak cakap dalam mengajar
dan hanya menjadi ‘ikon gelar’ saja. Tujuan murid bersekolah adalah untuk
belajar dan menambah pengetahuan, oleh karena itu maka para murid membutuhkan
guru-guru yang mampu menambah kualitas pengetahuan mereka.
c.
Kepemimpinan Sekolah
Kepemimpinan
pada dasarnya adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga
orang tersebut mau melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan
yang berlangsung pada lembaga pendidikan adalah kepemimpinan pendidikan yang
menurut Syafaruddin berarti menjalankan proses kepemimpinan yang sifatnya
mempengaruhi sumber daya personil pendidikan (guru dan karyawan) agar melakukan
tindakan bersama guna mencapai tujuan pendidikan.
Dalam
mewujudkan sekolah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan sekolah efektif,
yaitu yang memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Mampu
memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik,
lancar dan produktif
2. Dapat
menjalankan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan
3. Mampu menjalin hubungan yang harmonis
dengan masyarakat, sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka
mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan
4. Berhasil menerapkan prinsip
kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di
sekolah
5. Mampu bekerja dengan tim manajemen
sekolah
6. Berhasil mewujudkan tujuan
sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan.
d.
Berorientasi pada Kepuasan Pelanggan
Pelanggan
lembaga pendidikan/sekolah terdiri dari pelanggan eksternal dan internal.
Pelanggan eksternal utama sekolah adalah siswa dan sekaligus sebagai input
utama (main input) yang akan diproses menjadi lulusan. Pelanggan eksternal
kedua dan seterusnya adalah orang tua, dunia usaha, pemerintah dan pendidikan
lebih lanjut. Dengan kata lain, bahwa sekolah yang berkualitas adalah sekolah
yang dapat memenuhi atau melebihi keinginan, harapan, dan kebutuhan
pelangannya.Untuk mewujudkan pendidikan yang dapat memuaskan pelanggan
eksternal, maka sekolah terlebih dahulu harus memuaskan pelanggan internalnya,
yaitu para guru, pustakawan, laboran, tenaga administrasi, tenaga keamanan dan
tenaga kebersihan. Para personil yang merupakan pelanggan internal inilah merupakan
pihak penentu dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas.
e.
Keterlibatan Semua Warga Sekolah
Keterlibatan
total semua warga sekolah berarti sekolah dalam hal ini kepala sekolah menyusun
organisasi, menganalisis jabatan dan pekerjaan, menyusun uraian tugas,
menempatkan orang sesuai latar belakang pendidikan dan keahliannya serta sesuai
dengan beban tugas dan pekerjaannya secara merata. Semua warga sekolah
diberikan tugas dan fungsi sesuai keahliannya, sesuai bakat dan minatnya.
Sebesar atau sekecil apapun, semua warga sekolah harus dilibatkan, diberikan
tugas, peran dan fungsi dalam peningkatan kualitas sekolah, mulai dari kepala
sekolah itu sendiri, komite sekolah, para guru, staf tata usaha, pustakawan,
laboran, siswa dan orang tua.
f.
Membudayakan Respek
Setiap
orang di manapun berada, termasuk di sekolah perlu perhatian (care),
saling menghormati, saling memaafkan dan saling menghargai, baik
kepala sekolah terhadap guru dan karyawan dan sebaliknya, antara sesama guru
dengan karyawan dan sebaliknya, antara kepala sekolah, para guru dan karyawan
dengan peserta didik serta warga sekolah dengan seluruh stakeholder serta
setiap orang yang hadir membutuhkan layanan pendidikan di sekolah tersebut.
Suasana yang demikian, akan sangat mendukung lancarnya proses pembelajaran
sebagai kegiatan utama sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.
g.
Manajemen Berdasarkan Fakta
Manajemen yang
dalam penyelenggaraan sekolah harus berdasarkan fakta, data dan informasi yang
benar dan akurat. Dengan data yang akurat dan informasi yang benar, maka akan
memudahkan bagi pimpinan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan
di sekolah tersebut, mulai dari perencanaan kualitas pendidikan,
pengorganisasian peningkatan kualitas pendidikan sampai dengan pengawasan
kegiatan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah itu.
h.
Perbaikan Berkesinambungan
Tuntutan
peningkatan kualitas pendidikan terus mengalir dan terus mengalami peningkatan,
baik dari siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha. Oleh
karena itu, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya
dilakukan pada saat-saat tertentu saja kemudian berhenti tidak berkesinambungan
atau berkelanjutan, sehingga sekolah tersebut mampu memenuhi/melebihi harapan
dan kebutuhan masyarakat.
II.
Siklus Peningkatan Kualitas Pendidikan
Siklus
peningkatan kualitas pendidikan yang dibahas di bawah ini merupakan proses yang
dirancang untuk membantu mengimplementasikan kualitas di sekolah, sehingga dapat
mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan para stakeholder
atau pelanggannya. Berikut ini dijelaskan siklus atau langkah-langkah
peningkatan kualitas pendidikan di sekolah :
a.
Penyusunan
Rencana Strategis Peningkatan Kualitas
Penyusunan
rencana strategis peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dimulai dengan
mengidentifikasi pelanggan, mengidentifikasi kebutuhan pelanggan,
mengidentifikasi kebutuhan proses, menentukan kriteria sukses, menentukan
tujuan dan sasaran peningkatan kualitas pendidikan.
b.
Mengomunikasi
Rencana Strategis Peningkatan Kualitas
Setelah
rencana strategis peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut disusun,
kemudian dikomunikasikan atau disosialisasikan kepada semua semua pihak yang
terlibat, baik melalui konferensi, seminar, rapat dan berbagai publikasi
lainnya.
c.
Mengelola
Konflik
Konflik
yang terlalu besar akan membahayakan organisasi dan organisasi tanpa konflik
akan terjadi stagnan. Oleh karena itu, agar organisasi sekolah dapat
menyelenggarakan pendidikan dengan baik konflik perlu distimulir dan dikelola
dengan baik, sehingga terjadi persaingan yang positif dalam peningkatan kualitas
pendidikan di sekolah tersebut. Namun jika konflik itu semakin basar dan tidak
dapat dikendalilan, akan mengancam stabilitas sekolah. Dengan demikian pimpinan
sekolah harus mampu mengelola dan memlihara konflik agar tetap moderat,
mewujudkan persaingan positif dan akhirnya proses peningkatan kualitas sekolah
dapat berhasil dengan baik.
d.
Seleksi
Program
Program
peningkatan kualitas di sekolah harus diseleksi dan dibedakan antara keinginan
dan kebutuhan. Seleksi progam sangat penting untuk melihat mana kegiatan yang
merupakan kebutuhan mendesak dan harus segera dilaksanakan dalam kaitannya
dengan peningkatan kualitas pendidikan. Seleksi program dan penentukan kegiatan
peningkatan kualitas pendidikan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan
dukungan berbagai sumber daya yang dimiliki sekolah yang bersangkutan, sehingga
program tersebut dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.
e.
Penilaian
Pencapaian Program
Pelaksanaan
program peningkatan kualitas pendidikan di sekolah harus dinilai. Penilaian ini
dilakukan untuk mengukur hasil dan kualitas program yang telah dicapai, untuk
memodifikasi program, unuk mendapatkan dokumen proses dan standar, untuk
melihat pola dan proses komunikasi di sekolah tersebut dan menganalisis biaya
dibandingkan mafaat yang diperoleh atau analisis efektivitas, efesiensi dan
produktivitas program yang telah dilaksanakan.
f.
Standarisasi
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Berdasarkan
hasil penilaian program peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, maka dapat
ditetapkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di sekolah itu dikatakan
berhasil jika :
1. Kepercayaan
masyarakat terhadap proses dan hasil pendidikan di sekolah tersebut meningkat;
2.
Keterbukaan informasi tentang
sekolah tersebut dalam proses peningkatan kualitas pendidikan meningkat;
3.
Kualitas kinerja sekolah yang
bersangkutan meningkat;
4.
Terjadinya komitmen semua pihak
dalam menjalankan tugas dan fungsinya;
5.
Terjadinya perbaikan
berkesinambungan.
Akhirnya, dengan
penerapan strategi dan siklus tersebut, sekolah lebih mandiri (otonom)
dan mampu menentukan arah pengembangan visi dan misi sesuai dengan kondisi dan
tuntutan lingkungan masyarakatnya. Pengelolaan pendidikan tingkat pusat hanya
berperan melayani kebutuhan standar sekolah, sedangkan pemerintah daerah
berperan memfasilitasi dan melayani kebutuhan sumber daya manusia, anggaran,
sarana dan prasarana, serta anggaran sekolah. Sehingga tujuan pendidikan yang telah
direncanakan akan
tercapai, dan generasi penerus bangsa yang berkualitas akan “lahir” secara
berkesinambungan.
----oO( Semoga Bermanfaat )Oo-----
Share This Post:






1 komentar:
maksihh infonya gann
nahh ayo gan ikuitin kompotisi cerdas cermat online se-JATIM seri 2 hadiahnya banyak gann buruan pendaftaranya pun geratiss gan
Posting Komentar